Determinan Volatilitas Saham Perusahaan Badan Usaha Milik Negara Indonesia di Bursa Efek Indonesia dan Ukuran Perusahaan Sebagai Variabel Moderasi / I DEWA MADE TIRTA MEIRSHA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan volatilitas saham
perusahaan Badan Usaha Milik Negara Indonesia di Bursa Efek Indonesia dan
menguji peran ukuran perusahaan sebagai variabel moderasi. Variabel bebas dalam
penelitian ini meliputi fundamental makro, fundamental mikro, struktur modal,
volatilitas pasar saham, dan likuiditas pasar. Fundamental makro diukur dengan
kurs, inflasi, tingkat bunga, dan pertumbuhan ekonomi. Fundamental mikro diukur
dengan current ratio, debt to equity ratio, total asset turnover, net profit margin,
return on asset, return on equity, dan market to book ratio. Struktur modal diukur
dengan government funding, volatilitas pasar saham diukur dengan indeks harga
saham gabungan, likuiditas pasar diukur dengan volume perdagangan saham, dan
ukuran perusahaan diukur dengan market capitalization.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis data
panel pada 24 perusahaan BUMN Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
selama periode 2019 sampai 2024. Pengolahan data dilakukan dengan bantuan
software STATA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model penelitian secara
simultan signifikan dengan nilai Prob. F sebesar 0,0001 dan kemampuan penjelasan
model sebesar 40,37%. Secara parsial, inflasi, debt to equity ratio, return on asset,
dan government funding berpengaruh signifikan negatif terhadap volatilitas saham.
Kurs, tingkat bunga, pertumbuhan ekonomi, current ratio, total asset turnover, net
profit margin, return on equity, market to book ratio, volatilitas pasar saham, dan
likuiditas pasar tidak berpengaruh signifikan terhadap volatilitas saham. Ukuran
perusahaan sebagai variabel moderasi hanya terbukti signifikan dalam memoderasi
pengaruh kurs dan return on asset terhadap volatilitas saham. Temuan ini
menunjukkan bahwa volatilitas saham BUMN Indonesia lebih banyak dipengaruhi
oleh stabilitas harga domestik, struktur solvabilitas, efisiensi aset, dan dukungan
pendanaan pemerintah dibandingkan oleh fluktuasi pasar secara umum.
Secara teoretis, penelitian ini memperkuat teori efficient market hypothesis
bahwa volatilitas saham dipengaruhi oleh kombinasi informasi makroekonomi,
fundamental perusahaan, dan kondisi pasar secara simultan. Penelitian ini juga
mendukung teori behavioral finance yang menjelaskan bahwa volatilitas saham
tidak hanya dipengaruhi faktor fundamental, tetapi juga sentimen investor dan
persepsi pasar terhadap perusahaan BUMN. Selain itu temuan ini juga memperluas
kajian trade off theory dalam konteks perusahaan milik negara, di mana dukungan
pemerintah dapat menurunkan persepsi risiko pasar. Temuan ini menunjukkan
bahwa struktur modal BUMN tidak dapat dijelaskan hanya melalui utang dan
ekuitas sebagaimana perusahaan swasta. Pada BUMN, struktur modal juga
mencakup peran pemerintah sebagai pemilik mayoritas, penyedia dukungan
pendanaan, pemberi penugasan, dan penjaga stabilitas ekonomi
Kata kunci : volatilitas saham, BUMN, fundamental makro, fundamental mikro,
struktur modal, volatilitas pasar saham, likuiditas pasar, ukuran perusahaan,
efficient market hypothesis, behavioral finance, trade off theory.
| 20260D1756 | IM/ds D1756 | Perpustakaan Sekolah Pascasarjana UNJ | Available |
Publisher
Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Sekolah Pascasarjana UNJ :
Jakarta.,
2026
Collation
xix, 325 hlm.: ilus.; 29,5 cm.
Statement of Responsibility
-
No other version available