Pengembangan Model Evaluasi Hibrida CIRLO untuk Evaluasi Kinerja LPTK Penyelenggara Prajabatan Menggunakan Kombinasi AHP-TOPSIS/ INDAH MUSTIKA RINI
Kualitas Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) memiliki peran strategis
dalam memperkuat sistem penyiapan guru profesional. Namun, praktik evaluasi LPTK di
Indonesia selama ini masih cenderung berfokus pada kepatuhan administratif dan implementasi
program, belum pada evaluasi kinerja kelembagaan secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan
untuk mengembangkan dan mengimplementasikan kerangka evaluasi kelembagaan bagi LPTK
penyelenggara Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan melalui pengembangan model evaluasi
CIRLO.
Penelitian ini menggunakan desain penelitian model exploratory sequential mixed
methods. Tahap kualitatif dilakukan untuk mengeksplorasi dinamika kelembagaan, dimensi
evaluasi, dan indikator kontekstual kinerja LPTK melalui wawancara dan analisis dokumen yang
melibatkan pemangku kepentingan. Temuan pada tahap kualitatif digunakan untuk menyusun
indikator evaluasi dan mengembangkan instrumen kuantitatif. Selanjutnya instrumen dilakukan
uji validitas isi melalui Content Validity Ratio (CVR) dan Item Content Validity Index ( I-CVI),
validitas konstruk menggunakan Many Facet Rasch Measurement (MFRM), serta reliabilitas antar
penilai menggunakan Intraclass Correlation Coefficient [ICC(2,k)]. Sedangkan uji utilitas
dilakukan melalui pembobotan komponen evaluasi menggunakan Analytic Hierarchy Process
(AHP) dan pemeringkatan kinerja kelembagaan menggunakan Technique for Order Preference by
Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) pada lima LPTK penyelenggara PPG Prajabatan.
Model CIRLO (Context, Input, Reaction, Learning, Output & Outcome) dikonstruksikan
sebagai sintesis antara kerangka evaluasi CIPP dan Kirkpatrick untuk membentuk alur kausal dari
kondisi awal, proses, hingga dampak institusional. Uji keberterimaan dan kepraktisan model
dikategorikan sangat sesuai. Hasil CVR dan I-CVI diperoleh nilai 1,00 pada seluruh 57 item. Hasil
validitas konstruk rubrik instrumen berada pada kategori sangat baik. Analisis facet item nilai
realiabilitas sebesar 0,91-0,94 dengan nilai separation 3,10-3,81 serta strata 4,46-5,41. Analisis
facet penilai diperoleh reabilitas 0,88-0,91 dengan nilai separation 2,71-3,18 dengan exact
agreement mencapai 67,5%. Sedangkan analisis facet ratee nilai reliabilitas sebesar 0,97-0,98
dengan nilai separation 5,90-6,61 dan strata antara 8,20-9,15. Selanjutnya hasil penilaian
reliabilitas antar penilai dengan ICCsebesar 0,634 dengan interval kepercayaan 95% sebesar
0,226-0,943 berada pada kategori moderate reliability. Hasil AHP menunjukkan bahwa komponen
Learning memperoleh bobot prioritas tertinggi (0,30), diikuti Output & Outcome (0,24), Input
(0,19), Context (0,15), dan Reaction (0,13), dengan nilai Consistency Ratio sebesar 0,037 yang
menunjukkan tingkat konsistensi yang dapat diterima. Hasil TOPSIS menunjukkan bahwa LPTK
B memperoleh peringkat kinerja kelembagaan tertinggi (Vi = 0,702), diikuti LPTK D (0,561),
LPTK E (0,363), LPTK C (0,360), dan LPTK A (0,266).
Penelitian ini menunjukkan bahwa model CIRLO efektif untuk menilai kinerja LPTK
secara keseluruhan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretik melalui pengembangan
kerangka evaluasi kelembagaan hibrida CIRLO. Secara praktis, kerangka ini menyediakan model
evaluasi berbasis bukti untuk mendukung sistem penjaminan mutu dan pengambilan keputusan
pada LPTK penyelenggara pendidikan guru.
Kata Kunci: Model evaluasi kelembagaan, LPTK, PPG, CIRLO, AHP, TOPSIS, exploratory
sequential mixed methods
| 20260D1760 | PEP/ds D1760 | Perpustakaan Sekolah Pascasarjana UNJ | Available |
Publisher
Program Studi Doktor Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Sekolah Pascasarjana UNJ :
Jakarta.,
2026
Collation
xi, 203 hlm.: ilus.; 29,5 cm.
Statement of Responsibility
-
No other version available