Lanskap Linguistik Kawasan Masjidilharam dan Masjid Nabawi sebagai Panduan bagi Jamaah Haji dan Umrah Asal Indonesia/ MUHAMMAD SYAMSURI SIDDIQ
Meningkatnya keberagaman bahasa di kalangan jemaah internasional telah
menjadikan Masjid al-Haram dan Al-Masjid an-Nabawi sebagai ruang keagamaan
multibahasa, di mana rambu-rambu publik berperan penting dalam mendukung
pelaksanaan ibadah dan pelayanan publik. Namun demikian, kajian mengenai Linguistic
Landscape (LL) pada ruang-ruang suci Islam masih terbatas, khususnya terkait peran
bahasa Indonesia dalam mendukung jemaah haji dan umrah. Penelitian ini bertujuan
untuk mengkaji Linguistic Landscape Masjid al-Haram dan Al-Masjid an-Nabawi
melalui analisis bentuk, fungsi komunikatif, variasi bahasa, dan makna multimodal pada
rambu-rambu publik, dengan perhatian khusus pada penggunaan bahasa Indonesia
sebagai media panduan ibadah.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptifkomparatif melalui observasi nonpartisipan dan dokumentasi fotografis. Data
dikumpulkan dari rambu-rambu publik resmi yang terdapat di kedua kompleks masjid,
kemudian dianalisis menggunakan perspektif Linguistic Landscape, geosemiotika, dan
analisis wacana multimodal.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rambu-rambu informatif, penunjuk arah,
layanan, regulatif, dan simbolik secara bersama-sama membentuk suatu sistem
komunikasi multibahasa yang terintegrasi. Bahasa Arab dan bahasa Inggris mendominasi
komunikasi kelembagaan, sedangkan bahasa Indonesia digunakan secara strategis pada
rambu-rambu layanan dan instruksional untuk membantu jemaah Indonesia memahami
tata cara ibadah, mengakses fasilitas, serta mengikuti ketentuan operasional. Unsur-unsur
visual, seperti ikon, warna, tipografi, tata letak, dan kaligrafi Islam, turut meningkatkan
efektivitas komunikasi sekaligus memperkuat identitas religius ruang suci tersebut.
Penelitian ini mengusulkan konsep bahasa Indonesia sebagai panduan ibadah di
Masjidilharam dan Masjid Nabawi, yang menunjukkan bahwa bahasa Indonesia tidak
hanya berfungsi sebagai bahasa terjemahan, tetapi juga sebagai komponen integral dalam
komunikasi publik multibahasa yang mendukung aksesibilitas beribadah. Temuan ini
memperluas kajian Linguistic Landscape dengan menegaskan peran rambu-rambu
multibahasa dalam meningkatkan komunikasi, aksesibilitas, dan pelayanan publik pada
ruang-ruang keagamaan internasional.
Kata kunci: Lanskap Linguistik, Masjidilharam, Masjid Nabawi, panduan ibadah, jamaah
haji dan umrah.
| 20260T1279 | LT/ts T1279 | Perpustakaan Sekolah Pascasarjana UNJ | Available |
Publisher
Program Studi Magister Linguistik Terapan Sekolah Pascasarjana UNJ :
Jakarta.,
2026
Collation
xii, 148 hlm.: ilus.; 29,5 cm.
Statement of Responsibility
-
No other version available