Perpustakaan Sekolah Pascasarjana UNJ
Universitas Negeri Jakarta

Pengembangan Model Bahan Ajar English for Specific Purposed di Perguruan Tinggi Menggunakan Learning Management System/ Nanan Abdul Manan

No image available for this title
English for Specific Purposes (ESP) atau Bahasa Inggris untuk kebutuhan Khusus merupakan mata kuliah bahasa Inggris yang diperuntukkan bagi mahasiswa non jurusan bahasa Inggris. Pembelajaran ESP meliputi empat kompetensi bahasa Inggris dengan konsentrasi kompetensi bahasa yang disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development atau R and D dengan menggunakan ADDIE model, yakni Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation. Sampel penelitian terdiri dari 104 mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi (PTIK) Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Kuningan. Data dikumpulkan dari mahasiswa melalui pembagian soal. Soal-soal tersebut didasarkan pada tiga aspek yaitu kebutuhan, kekurangan, kebutuhan belajar, dan keinginan. Selanjutnya instrumen berupa lembar validasi yang dilakukan oleh ahli digunakan untuk mengetahui kelayakan model bahan ajar ESP menggunakan LMS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis kebutuhan sebagai dasar pengembangan model pembelajaran merupakan titik tolak. Hal ini diperlukan untuk dapat membantu mengidentifikasi kesenjangan pengetahuan di antara mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahap analyze mendapatkan informasi terkait kebutuhan bahan ajar bagi mahasiswa, tahap design memperispkan pola bahan ajar yang tepat untuk diberikan, tahap pengembangan berkaitan dengan reviu dan tindak lanjut untuk pengembangan model bahan ajar, tahap implementasi merupakan aplikasi dari ketiga tahapan sebelumnya dan diakhiri dengan avaluasi berkaitan dengan aspek kelayakan yang dapat dilihat dari pre-test menunjukkan bahwa nilai mean, median, minimum, dan maksimum adalah 59,32, 60, 30, dan 80. Terdapat perbedaan mean antara hasil pre-test dan post-test, artinya bahan ajar ESP yang diajarkan melalui blended learning memberi dampak positif terhadap hasil belajar mahasiswa. Berdasarkan hasil Paired Sample Test diperoleh nilai sig. (2-tailed) nilainya 0,00 < 0,05 maka H0 ditolak, dan Ha diterima. Kesimpulannya, terdapat perbedaan rerata antara pre-test dan post-test, sehingga bahan ajar yang diajarkan melalui blended leraning berpengaruh terhadap hasil belajar mahasiswa.
Kata kunci: ESP, Pengembangan Bahan Ajar, Blended learning, LMS
Availability
2024000193nanLT/sin NAN 2024Perpustakaan Pascasarjana UNJAvailable
Detail Information
Series Title

-

Call Number

LT/sin NAN 2024

Publisher

Prodi Doktor Linguistik Terapan Pascasarjana UNJ : Pascasarjana UNJ.,

Collation

55 hlm. :ilus ;21 cm

Language

Indonesia

ISBN/ISSN

-

Classification

LT/sin

Detail Information
Content Type

-

Media Type

-

Carrier Type

-

Edition

Cetakan ke- 1

Subject(s)

-

Specific Detail Info

-

Statement of Responsibility
No other version available
File Attachment
  • Pengembangan Model Bahan Ajar English for Specific Purposed di Perguruan Tinggi Menggunakan Learning Management System/ Nanan Abdul Manan
    English for Specific Purposes (ESP) atau Bahasa Inggris untuk kebutuhan Khusus merupakan mata kuliah bahasa Inggris yang diperuntukkan bagi mahasiswa non jurusan bahasa Inggris. Pembelajaran ESP meliputi empat kompetensi bahasa Inggris dengan konsentrasi kompetensi bahasa yang disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development atau R and D dengan menggunakan ADDIE model, yakni Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation. Sampel penelitian terdiri dari 104 mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi (PTIK) Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Kuningan. Data dikumpulkan dari mahasiswa melalui pembagian soal. Soal-soal tersebut didasarkan pada tiga aspek yaitu kebutuhan, kekurangan, kebutuhan belajar, dan keinginan. Selanjutnya instrumen berupa lembar validasi yang dilakukan oleh ahli digunakan untuk mengetahui kelayakan model bahan ajar ESP menggunakan LMS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis kebutuhan sebagai dasar pengembangan model pembelajaran merupakan titik tolak. Hal ini diperlukan untuk dapat membantu mengidentifikasi kesenjangan pengetahuan di antara mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahap analyze mendapatkan informasi terkait kebutuhan bahan ajar bagi mahasiswa, tahap design memperispkan pola bahan ajar yang tepat untuk diberikan, tahap pengembangan berkaitan dengan reviu dan tindak lanjut untuk pengembangan model bahan ajar, tahap implementasi merupakan aplikasi dari ketiga tahapan sebelumnya dan diakhiri dengan avaluasi berkaitan dengan aspek kelayakan yang dapat dilihat dari pre-test menunjukkan bahwa nilai mean, median, minimum, dan maksimum adalah 59,32, 60, 30, dan 80. Terdapat perbedaan mean antara hasil pre-test dan post-test, artinya bahan ajar ESP yang diajarkan melalui blended learning memberi dampak positif terhadap hasil belajar mahasiswa. Berdasarkan hasil Paired Sample Test diperoleh nilai sig. (2-tailed) nilainya 0,00 < 0,05 maka H0 ditolak, dan Ha diterima. Kesimpulannya, terdapat perbedaan rerata antara pre-test dan post-test, sehingga bahan ajar yang diajarkan melalui blended leraning berpengaruh terhadap hasil belajar mahasiswa. Kata kunci: ESP, Pengembangan Bahan Ajar, Blended learning, LMS

Select Language

Advanced Search

License

This software and this template are released Under GNU GPL License Version 3.