Perpustakaan Sekolah Pascasarjana UNJ
Universitas Negeri Jakarta

Evaluasi Implementasi Program Gerakan Literasi Sekolah di SMA Penggerak Propinsi DKI Jakarta/ SAPTA MUPAKAT TATAR PURBA

No image available for this title
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program gerakan literasi sekolah (GLS) dengan menggunakan komponen evaluasi program CIPP yang (Konteks, Input, Proses, dan Produk) . Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, fokus penelitian ini adalah mengevaluasi pelaksanaan GLS di empat Sekolah Penggerak yaitu SMA Negeri 21 Jakarta Timur, SMAN 70 Jakarta Selatan, SMAN 71 Jakarta Timur dan SMAN 109 Jakarta Selatan di provinsi DKI Jakarta. Ada pun penelitian ini dilakukan dengan Metode pengumpulan data Survey, Observasi di Lapangan, Wawancara dan studi dokumentasi. Hasilnya menunjukkan peningkatan bertahap dalam keterlibatan siswa dan guru. Pada periode awal, partisipasi siswa sangat rendah, namun seiring berjalannya waktu terjadi peningkatan minat membaca, meskipun hasil akhirnya belum merata pada seluruh siswa. Beberapa sekolah berhasil meningkatkan prestasi literasi siswanya, namun ada pula yang masih perlu diperkuat dalam implementasinya. Pada akhir masa evaluasi, program GLS di sekolah Penggerak menunjukkan kemajuan yang signifikan. Penelitian ini mempunyai dampak teoritis dalam bidang manajemen pendidikan, khususnya dalam merancang model manajemen Gerakan Literasi Sekolah dan pelaksanaan berbagai kegiatan yang di modifikasi dari awal diadakannya program ini di SMA Penggerak di provinsi Jakarta. Penelitian ini juga mempunyai dampak praktis sebagai pedoman dalam pembuatan peraturan terkait Gerakan Literasi Sekolah bagi otoritas pendidikan terkait. Program kegiatan yang ada di Sekolah Penggerak seperti komunitas Belajar dan Platform Merdeka Mengajar turut mendukung berkembangnya Pelaksanaan Program Kegiaran GLS di sekolah-sekolah. Penelitian ini menawarkan kontribusi baru dalam kajian teori terkait Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dengan mengintegrasikan pendekatan literasi holistik dan berbasis teknologi dalam konteks pendidikan menengah. Beberapa aspek keterbaruan teori adalah: Penelitian ini mengembangkan konsep literasi yang tidak hanya mencakup kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga literasi digital, literasi kritis, dan literasi informasi. Hal ini menjadikan GLS lebih relevan dengan kebutuhan kompetensi abad ke-21 Literasi tidak hanya dipahami sebagai kegiatan akademik, tetapi juga sebagai bagian dari pembentukan budaya belajar di sekolah. Untuk lebih memajukan pelaksanaan Gerakan Literasi, Sekolah harus melibatkan semua stakeholder (guru, siswa, orang tua, dan masyarakat) dalam pelaksanaan GLS, yang sebelumnya lebih fokus pada aktor utama, yaitu guru dan siswa. Menekankan pada penggunaan teknologi seperti perpustakaan digital, aplikasi evaluasi, dan media pembelajaran berbasis teknologi untuk memperluas akses dan efektivitas program literasi. Literasi dikaitkan dengan pengembangan karakter siswa, seperti rasa ingin tahu, tanggung jawab, dan kemandirian belajar, yang menjadikannya leb ih dari sekadar tujuan akademik
Availability
D1500MP/ds D1500Perpustakaan Pascasarjana UNJAvailable
Detail Information
Series Title

-

Call Number

MP/ds D1500

Publisher

Prodi Doktor Manajemen Pendidikan Pascasarjana UNJ : Sekolah Pascasarjana UNJ.,

Collation

xxi, 440 hlm. :ilus ;29,5 cm

Language

Indonesia

ISBN/ISSN

-

Classification

MP/ds

Detail Information
Content Type

-

Media Type

-

Carrier Type

-

Edition

Cet.1

Subject(s)

-

Specific Detail Info

-

Statement of Responsibility
No other version available

Select Language

Advanced Search

License

This software and this template are released Under GNU GPL License Version 3.