Implementasi Pendidikan Pancasila Berbasis Mulikultural untuk Mengembangkan Sikap Toleransi Siswa Sekolah Dasar di Banten/ MAYA MUIZATIL LUTFILLAH
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi
Pendidikan Pancasila berbasis multikultural dalam mengembangkan sikap toleransi
siswa sekolah dasar di Provinsi Banten. Fokus penelitian meliputi lima aspek
utama, yaitu: pengintegrasian nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran, penerapan
pendekatan, metode, dan media pembelajaran multikultural, faktor pendukung dan
penghambat implementasi, serta hasil penerapan terhadap perkembangan sikap
toleransi siswa. Penelitian dilaksanakan di MI Roudhotul Ikhwan Serang dengan
menggunakan pendekatan kualitatif model etnografi Spradley. Teknik
pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi
dokumentasi, dengan analisis data dilakukan melalui tahapan analisis domain,
taksonomi, komponen, dan tema budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
pengintegrasian Pendidikan Pancasila berbasis multikultural dilakukan melalui
perencanaan pembelajaran yang mencakup penyusunan RPP, pemilihan materi
yang relevan dengan nilai-nilai kebinekaan, serta penggunaan media pembelajaran
yang kontekstual dengan kehidupan siswa. Implementasi pembelajaran di kelas
menerapkan pendekatan konstruktivisme dan interaktif melalui metode diskusi
kelompok heterogen, role playing, serta pemberian keteladanan guru dalam
menumbuhkan sikap saling menghormati. Dari sisi faktor pendukung,
implementasi pendidikan ini diperkuat oleh komitmen kepala sekolah, kolaborasi
antar guru, dukungan lingkungan sekolah, serta keterlibatan orang tua. Namun,
faktor penghambat ditemukan dalam keterbatasan sarana pembelajaran, perbedaan
latar belakang siswa, dan waktu pelaksanaan yang belum optimal. Secara
keseluruhan, hasil implementasi Pendidikan Pancasila berbasis multikultural
menunjukkan perkembangan positif dalam tiga aspek pembelajaran. Pada aspek
kognitif, siswa menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap nilai-nilai
Pancasila dan keberagaman budaya. Pada aspek afektif, terlihat tumbuhnya rasa
empati, penghargaan terhadap perbedaan, dan kebanggaan terhadap identitas
kebangsaan. Sementara pada aspek psikomotor, siswa aktif menunjukkan perilaku
toleran, kerja sama lintas latar belakang, dan praktik nyata nilai persatuan di
lingkungan sekolah. Penelitian ini menegaskan bahwa penerapan Pendidikan
Pancasila berbasis multikultural di sekolah dasar berperan strategis dalam
membentuk karakter toleran dan memperkuat kohesi sosial di tengah masyarakat
yang majemuk.
Kata kunci: Pendidikan Pancasila, Multikultural, Sikap Toleransi,
| D1682 | PD/ds D1682 | Perpustakaan Pascasarjana UNJ | Available |
Publisher
Prodi Doktor Pendidikan Dasar Pascasarjana UNJ :
Jakarta.,
2026
Collation
xii, 252 hlm.: ilus.; 29,5 cm.
Statement of Responsibility
-
No other version available