Pengembangan Bahan Ajar Digital Sejarah Lokal Banten Berbasis Discovery Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis pada Siswa Sekolah Dasar/ANA NURHASANAH
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Bahan Ajar Digital Sejarah lokal Banten berbasis
Discovery Learning untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa sekolah dasar dalam
pembelajaran IPS. Studi pendahuluan menunjukkan bahwa dalam pembelajaran siswa kesulitan
untuk memberikan penjelasan sederhana, menganalisis, menyimpulkan dan menentukan ide
strategi serta guru belum memanfaatkan bahan ajar digital secara optimal, sehingga berdampak
pada rendahnya keterampilan berpikir kritis siswa. Oleh karena itu, dikembangkanlah bahan ajar
digital sejarah lokal Banten yang dioperasionalkan melalui menu interaktif “Mari mengamati”,
“Mari Bertanya”, “Mari mencari tahu”, “Mari Menganalisis”, “Mari Evaluasi” dan “Mari
Refleksi”. Model ini dirancang dengan pendekatan Research and Development model Dick &
Carey.
Validasi ahli menunjukkan bahwa bahan ajar digital sejarah lokal Banten ini sangat layak
digunakan, dengan skor kelayakan dari validasi ahli desain pembelajaran 89%, ahli materi 96%,
ahli bahasa 97%. Dan ahli media 94%. Respons siswa juga sangat positif dengan tingkat kelayakan
85%. Hasil uji coba menunjukkan keterbacaan konten di atas 95% dan peningkatan signifikan
dalam kemampuan berpikir kritis siswa pada kelas eksperimen (N-Gain = 0,77) termasuk kategori
tinggi, dibandingkan kelas kontrol (N-Gain = 0,69) yang juga termasuk kategori sedang. Bahan
Ajar digital ini tidak hanya mampu meningkatkan lima indikator berpikir kritis (penjelasan,
menganalisis data, menentukan kesimpulan, mengevaluasi dan mengembangkan solusi inovatif).
Penelitian ini menyimpulkan bahwa bahan ajar digital layak digunakan dalam meningkatkan
keterampilan berpikir kritis siswa Sekolah Dasar. Bahan ajar digital sejarah lokal dapat melatih
berpikir kritis dan mengenal peristiwa dan tokoh sejarah Banten secara faktual. Namun juga dapat
menafsirkan nilai-nilai budaya, perjuangan, dan kearifan lokal yang terkandung di dalamnya,
sehingga makna sejarah menjadi lebih relevan dengan kehidupan mereka sehari-hari.Temuan ini
memberikan kontribusi terhadap pengembangan inovasi pembelajaran IPS di sekolah dasar,
meskipun masih memiliki keterbatasan dalam cakupan materi dan wilayah diseminasi. Diharapkan
bahan ajar digital ini dapat direplikasi dan dikembangkan lebih lanjut dalam konteks pembelajaran
lain untuk membangun pendidik masa depan yang kritis dan adaptif terhadap perkembangan
zaman.
Kata Kunci: Bahan ajar digital, Sejarah lokal Banten, Keterampilan Berpikir Kritis, Sekolah
Dasar
***
This study aims at developing teaching materials of local history of Banten Province through discovery
learning method in order to improve students’ critical thinking skills in the teaching-learning of social
science lesson (Ilmu Pengetahuan Sosial). Based on initial observation in the teaching-learning process, it
was shown that the students find difficulty in understanding simple explanations, analyzing, concluding
and determining strategic ideas, and also the teacher’s limitation in using digital teaching materials
optimally that give impact on the low score of students' critical thinking skills. Therefore, the researcher is
interested in developing digital teaching materials of local history of Banten Province through interactive
menu entitled “Lets observing”, “Lets Asking”, “Lets Finding Out”, “Lets Analyzing”, and “Lets
Evaluating”. The researcher used Dick and Carey model of Research and Development in developing this
teaching materials.
Based on the expert validation review, this digital teaching materials of local history of Banten Province is
highly suitable to be used for teaching learning at elementary school level with a feasibility score by the
experts of learning design 89%, material experts 96%, language experts 97%, and media experts 94%.
Elementary school students showed a very positive response with a feasibility level of 85%. The trial results
of readability of content showed above 95% and a significant increase in students' critical thinking skills in
the experimental class is (N-Gain = 0.77) which is considered as in the high category, compared to the
control class (N-Gain = 0.69) which is also considered in the medium category. This digital teaching
material is not only able to improve the five indicators of critical thinking (explanation, analyzing data,
determining conclusions, evaluating and developing innovative solutions), but also supports contextual,
flexible, and technology-based learning in the 21st century.
It can be concluded that (1) digital teaching materials are suitable to improve critical thinking skills of
elementary school students; (2) the findings of this study give contribution to the development and
innovation of social science lesson at the elementary school level, although they still have limitations in the
scope of material and dissemination aspect. These digital teaching materials can be replicated and further
developed in the context of learning other subjects to build future educators who are critical and adaptive
toward the development of this era.
Keywords: Digital teaching materials, Banten Local History, Critical Thinking Skills, Elementary School
| 20260D1685 | PD/ds D1685 | Perpustakaan Pascasarjana UNJ | Available |
Publisher
Prodi Doktor Pendidikan Dasar Pascasarjana UNJ :
Jakarta.,
2026
Collation
xvi, 440 hlm.:ilus ;29,5 cm
Statement of Responsibility
-
No other version available