Pegaruh Pengetahuan dan Budaya Gotong Royong melalui Sikap terhadap Perilak Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Ekowisata Mangrove/ SYAFRUDIN SAPSUHA
Kerusakan lingkungan di wilayah pesisir masih belum tertangani secara optimal,
yang ditandai dengan degradasi dan penggerusan hutan mangrove. Oleh karena itu,
partisipasi aktif masyarakat diperlukan dalam menjaga, merawat, dan
mengembangkan lingkungan pesisir, termasuk ekosistem mangrove, untuk
mendukung kehidupan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk
memperoleh informasi tentang: (1) pengaruh langsung pengetahuan dan budaya
gotong royong terhadap perilaku partisipasi masyarakat dalam pengembangan
ekowisata mangrove; (2) pengaruh langsung pengetahuan dan budaya gotong
royong terhadap sikap; dan (3) pengaruh tidak langsung pengetahuan dan budaya
gotong royong terhadap perilaku partisipasi masyarakat dalam pengembangan
ekowisata mangrove melalui sikap. Jenis penelitian yang digunakan adalah
kuantitatif kausal dengan metode survei dan menggunakan alat ukur kuesioner
dengan Analisis Jalur. Populasi penelitian adalah masyarakat Desa Pohea,
Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara dengan sampel 385 responden.
Hasil deskripsi variabel penelitian diperoleh persentase tingkat pengetahuan sebesar
50,79%, sedangkan tanggapan responden dengan kategori selalu, sering, kadangkadang, pernah, dan tidak pernah untuk variabel budaya gotong royong 11,89%,
21,76%, 33,63%, 23,82%, dan 8,91%; untuk variabel sikap 22,38%, 32,56%,
33,11%, 10,32, dan 1,23%; serta untuk variabel perilaku partisipasi masyarakat
dalam pengembangan ekowisata mangrove 11,48%, 17,35%, 30,89%, 26,46%, dan
13,81%. Berdasarkan hasil analisis regresi ditemukan: (1) terdapat pengaruh
langsung negatif dan signifikan pengetahuan terhadap perilaku partisipasi
masyarakat dalam pengembangan ekowisata mangrove; (2) terdapat pengaruh
langsung positif dan signifikan budaya gotong royong terhadap perilaku partisipasi
masyarakat dalam pengembangan ekowisata mangrove; (3) terdapat pengaruh
langsung positif dan signifikan pengetahuan dan budaya gotong royong terhadap
sikap; (4) terdapat pengaruh langsung positif dan signifikan sikap terhadap perilaku
partisipasi masyarakat dalam pengembangan ekowisata mangrove; dan (5) tidak
terdapat pengaruh tidak langsung pengetahuan dan budaya gotong royong terhadap
perilaku partisipasi masyarakat dalam pengembangan ekowisata mangrove melalui
sikap. Kesimpulan dari temuan tersebut adalah bahwa semua jalur pengaruh
langsung variabel pengetahuan, budaya gotong royong, dan sikap adalah signifikan,
sedangkan jalur pengaruh tidak langsung variabel pengetahuan dan budaya gotong
royong adalah tidak signifikan, di samping itu terdapat satu jalur pengaruh langsung
yang koefisien jalurnya negatif, yaitu pengaruh pengetahuan, selebihnya baik
pengaruh langsung maupun tidak langsung memiliki koefisien jalur yang positif.
Kata kunci: Perilaku partisipasi, pengetahuan, budaya gotong royong, sikap,
ekowisata mangrove.
| 20260D1697 | PKLH/ds D1697 | Perpustakaan Pascasarjana UNJ | Available |
Call Number
PKLH/ds D1697
Publisher
Prodi Doktor Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup :
Jakarta.,
2025
Collation
xiv, 275 hlm.: ilus.; 29,5 cm.
Statement of Responsibility
-
No other version available