Perpustakaan Sekolah Pascasarjana UNJ
Universitas Negeri Jakarta

Peran Digital Leadership Menumbuhkan Creative Self-Efficacy, Employee Creativity dalam Mendorong Innovative Work Behaviour melalui Knowledge Sharing/ ANDREAS WIJAYA

No image available for this title
Industri otomotif merupakan salah satu pilar pertumbuhan ekonomi Indonesia,
namun paradoksnya menghadapi penurunan penjualan akibat homogenitas fitur
produk, Produk yang kurang inovatif dan homogen membuat konsumen tidak
tergoda untuk membeli model baru. Kondisi ini menuntut inovasi yang lebih
dinamis agar industri mampu bersaing dan mempertahankan bisnisnya. Penelitian
ini mengkaji peran Digital leadership sebagai faktor transformasional yang
menghubungkan visi perusahaan dengan karyawan melalui mekanisme psikologis
dan sosial dalam mendorong innovative work behaviour (IWB). Secara khusus,
creative self-efficacy (CSE) dan Employee Creativity (EC) diuji sebagai variabel
mediasi, dengan knowledge sharing (KS) sebagai variabel moderasi. Total
pengambilan 256 responden dari divisi Research and Development pada Astra
Group (Daihatsu, Toyota, Honda) dan Hyundai, penelitian ini menggunakan
metode kuantitatif dengan 31 butir skala Likert dan dianalisis menggunakan SPSS
Macro. Hasilnya, penelitian menghasilkan model baru IWB dengan tujuh dimensi
laten: Criterion-Based Implementation, Idea Generation, Idea Championing,
Opportunity Exploration, Information Investigation, Learning-Based
Communication, dan Idea Sustainability. Dua dimensi terakhir merupakan temuan
baru yang menekankan pentingnya komunikasi reflektif dan keberlangsungan ide
dalam inovasi. Selain itu, penelitian menemukan fenomena Too Much of a Good
Thing (TMGT) Effect, di mana pengaruh Digital leadership terhadap CSE lebih
kuat pada kondisi berbagi pengetahuan rendah, namun berkurang signifikan pada
kondisi berbagi pengetahuan sangat tinggi. Temuan ini konsisten dengan
Substitutes for Leadership Theory, yang menegaskan bahwa praktik berbagi
pengetahuan intensif dapat menggantikan peran kepemimpinan formal. Dengan
demikian, efektivitas Digital leadership terbukti bergantung pada konteks sosialkognitif organisasi, di mana tingkat KS moderat menjadi kondisi optimal bagi
sinergi kepemimpinan dan kolaborasi pengetahuan. Secara praktis, penelitian ini
berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goal (SDG) 9 – Industry,
Innovation, and Infrastructure dengan menekankan pentingnya kepemimpinan
digital dan kolaborasi pengetahuan untuk mendorong inovasi otomotif,
memperkuat infrastruktur teknologi, dan membangun ekosistem industri adaptif
menuju transformasi berkelanjutan.
Kata Kunci: Digital Leadership, Knowledge Sharing, Creative Self-Efficacy,
Employee Creativity, Innovative Work Behaiour
Availability
20260D1702IM/ds D1702Perpustakaan Pascasarjana UNJAvailable
Detail Information
Series Title

-

Call Number

IM/ds D1702

Publisher

Prodi Doktor Ilmu Manajemen Pascasarjana UNJ : Jakarta.,

Collation

xxiii, 373 hlm.: ilus.; 29,5 cm.

Language

Indonesia

ISBN/ISSN

-

Classification

NONE

Detail Information
Content Type

-

Media Type

-

Carrier Type

-

Edition

Cetakan ke- 1

Subject(s)

-

Specific Detail Info

-

Statement of Responsibility
No other version available

Select Language

Advanced Search

License

This software and this template are released Under GNU GPL License Version 3.